Biografi Stephen Hawking

Posted on: 24/05/2018 | Kategori: Biografi | 138 kali dibaca | Rating: 223

Profil dan Biografi Stephen Hawking. Ia dikenal sebagai salah satu ilmuwan matematika dan fisika teoritis terbaik dengan teori-teori mengagumkan mengenai kosmologi, lubang hitam dan gravitasi kuantum.

Nama lengkapnya adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS. Hawking lahir pada 8 Januari 1942 dari pasangan Dr. Frank Hawking, seorang biolog, dan Isobel Hawking. Ia memiliki dua saudara kandung, yaitu Philippa dan Mary, dan saudara adopsi, Edward.

Orang tua Hawking tinggal di North London dan pindah ke Oxford ketika ibu Hawking sedang mengandung dirinya untuk mencari tempat yang lebih aman ketika perang dunia II berkecamuk. (London saat itu berada dibawah serangan pasukan Luftwaffe Jerman).

Setelah Hawking lahir, keluarga mereka kembali ke London. Ayahnya, Dr Frank Hawking mengepalai divisi parasitologi di National Institute for Medical Research. Pada tahun 1950, Hawking dan keluarganya pindah ke St Albans, Hertfordshire, Inggris.

Stephen Hawking memulai pendidikannya dengan bersekolah di Sekolah wanita St Albans High School for Girls di tahun 1950 hingga 1953 (Masa itu, laki-laki dapat masuk ke sekolah perempuan hingga usia sepuluh tahun). Dari usia sebelas tahun, Hawking bersekolah di St Albans. Di sekolahnya, nilai-nilainya biasa-biasa saja bahkan lebih buruk. Walaupun kelak Hawking dikenal sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia sama seperti Albert Einstein.

Hawking selalu tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia terinspirasi dari guru matematikanya yang bernama Dikran Tahta untuk mempelajari matematika di universitas. Ayahnya, Frank Hawking menginginkan agar Hawking masuk ke University College, Oxford, tempat ayahnya dulu bersekolah.

Hawking lalu mempelajari ilmu pengetahuan alam. Hawking kemudian mendapat beasiswa, dan mulai memperdalam pengetahuannya dalam bidang ilmu fisika kesukaannya. Ia tidak tertarik dalam ilmu biologi seperti ayahnya.

Di Oxford, Hawking juga masuk dalam tim dayung, walaupun di tahun-tahun pertama kuliahnya ia sangat tidak bahagia dan merasa terisolasi. Setelah menerima gelar B.A. (Bachelor of Arts) di Oxford pada 1962, Hawking tetap di Oxford mempelajari bidang ilmu astronomi. Hawking lalu mempelajari bintik matahari namun ia merasa hal itu tidak sesuai dengannya.

Hawking menyadari bahwa ia lebih tertarik pada teori daripada observasi atau pengamatan. Dari Oxford, Hawking kemudian masuk ke Trinity Hall, Cambridge. Disini, Ia mempelajari astronomi teoretis dan kosmologi yang kemudian melambungkan namanya di dunia.

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share: